Laman

Senin, 11 Juni 2012

Makalah Plasenta Previa

PLASENTA PREVIA

A.    Definisi
Plasenta previa adalah keadaaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal, yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (Ostium Uteri Internal) (Rustam mochtar, 1998).
Plasenta previa ialah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Pada keadaan normal plasenta terletak di bagian atas uterus (Hanifa Winkjosastro, 2005).
B.     Tanda dan Gejala
Menurut  (Departemen Kesehatan RI 1996), Gejala Utama adalah perdarahan yang berwarna merah segar, tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utama.
Gambaran klinik :
1.      Perdarahan yang terjadi bisa sedikit atau banyak perdarahan  yang terjadi pertama kali, biasanya tidak banyak dan tidak berakibat fatal. Perdarahan berikutnya hampir selalu lebih banyak dari sebelumnya. Perdarahan pertama sering terjadi pada trimester ketiga.
2.      Pasien yang datang dengan perdarahan karena plasenta previa tidak mengeluh adanya rasa sakit atau nyeri.
3.      Pada uterus tidak teraba keras dan tidak tegang
4.      Bagian terbawah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul dan tidak jarang terjadi letak janin letak lintang atau letak sungsang
5.      Janin mungkin masih hidup atau sudah mati, tergantung banyaknya perdarahan
C.    Etiologi
      Penyebab plasenta previa belum diketahui dengan pasti, namun bermacam-macam teori dan faktor-faktor dikemukakan sebagai etiologi
1.      Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kejadian plasenta previa :
a.       Umur penderita
§  Umur muda karena endometrium masih belum sempurna
§  Umur diatas 35 tahun karena tumbuh endometrium yang kurang subur.
b.      Paritas
Pada paritas yang tinggi kejadian plasenta previa makin besar karena endometrium belum sempat tumbuh.
c.       Endometrium yang cacat
§  Bekas persalinan berulang dengan jarak pendek
§  Bekas operasi, bekas kuretase atau plasentamanual
§  Pertumbuhan  tumor endometrium seperti pada mioma uteri atau polip endometrium
§  Gestasi ganda
§  Endometriosis puerpural
d.      Hipoplasia endometrium
Bila kawin dan hamil pada umur muda
D.    Klasifikasi Plasenta Previa
Secara teoritis plasenta previa dibagi dalam bentuk klinis ;
1.    Plasenta previa totalis yaitu menutupi seluruh osteum uteri internum
2.    Plasenta previa partialis yaitu menutupi sebagian Osteum Uteri Internum (OUI)
3.    Plasenta previa marginalis, apabila tepi plasenta berada sekitar pinggir Osteum Uteri Internum (OUI).
4.    Plasenta letak rendah
Tepi plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan pada pemeriksaan dalam tidak teraba.
(Hanifa Winkjosastro, 2005).  

 
1.   Letak janin tidak normal
2.   Partus patologi
3.   Partus prematur
4.   Perdarahan
5.   Syok hemorargie
6.   Anemia
7.   Kematian ibu dan janin
8.   Asfeksi
9.   Infeksi
B.     Penanganan

Ibu yang menderita anemia sebelumnya akan sangat rentan terhadap perdarahan, walaupun perdarahan tidak terlalu banyak. Darah sebagai obat utama untuk menagatasi perdarahan belum selalu ada atau tersedia di rumah sakit.
Prinsip dasar penanganan. Setiap ibu dengan perdarahan antepartum harus segera dikirim ke rumah sakit yang memiliki fasilitas perdarahan yang pertama kali jarang sekali. Apabila dalam penilaian yang tenang dan jujur ternyata perdarahan telah berlangsung tidak membahayakan ibu,janin dan kehamilannya belum cukup 36 minggu atau taksiran berat janin kurang dari 2500 gram dan persalinan belum mulai dapat dibenarkan menunda persalinan sampai janin dapat hidup diluar kandungan.Tetapi bila terjadi perdarahan yang membahayakan ibu dan janin atau kehamilannya telah mencapai 36 minggu dan taksiran berat janin mencapai 2500 gram atau persalinan telah mulai, maka penanganan pasif harus di tinggalkan dan di tempuh penanganan aktif.
Memilih cara persalinanan yang terbaik adalah tergantung dari derajat plasenta previa, paritas dan banyaknya perdarahan. Plasenta previa totalis merupakan indikasi mutlak untuk seksio sesaria tanpa menghiraukan faktor – faktor lannya. Perdarahan banyak dan ber ulang – ulang biasnya disebabkan oleh plasenta yang letaknya lebih tinggi daerjatnya daripada yangditemukan pada pemeriksaan dalam atau vaskularisasi yang hebat pada serviks dan segmen bawah uterus.
Pada kasus yang terbengkalai, dengan anemia berat karena perdarahan atau infeksi intra uterin, baik seksio sesaria maupun persalinan pervaginam sama – sama tidak mengamankan ibu dan janinnya. Akan tetapi dengan bantuan transfusi darah dan antibiotika secukupnya, seksio cesaria masih lebih aman daripada persalinan pervaginam untuk semua kasus plasenta previa totalis dari kebanyakan plasenta previa parsialis (Hanifa Winkjosaatro, 2005).


DAFTAR PUSTAKA

Cunningham, William. 2002. William Obstetri vol 2. EGC : Jakarta
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I . EGC : Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono. 2002.Buku Panduan Praktis Maternal dan     Neonatal. 2002. YBSP : Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. YBPSP: Jakarta


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar